A. Pengertian Perceraian

Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan (seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka. Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian, dan pasangan itu dapat diminta maju ke pengadilan (Anonim 2010).

B. Faktor – Faktor Penyebab Perceraian

Menurut Dodi Ahmad Fauzi dalam Novitasari (2006), ada beberapa

faktor – faktor penyebab perceraian antara lain adalah sebagai berikut :

1. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga

2. Krisis moral dan akhlak

3. Perzinahan

4. Pernikahan tanpa cinta

5. Adanya masalah-masalah dalam perkawinan

C. Pencegahan Perceraian

Langkah pertama dalam menanggulangi sebuah masalah perkawinan

adalah :

1. Adanya keterbukaan antara suami – istri

2. Berusaha untuk menghargai pasangan

3. Jika dalam keluarga ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara baik- baik

4. Saling menyayangi antara pasangan

A. Pemahaman dan Perasaan Anak Tentang Perceraian.

1. Pemahaman :

Anak usia pra sekolah mengetahui bahwa satu orang tua tidak lagi tinggal dirumah

2. Perasaan :

a.      Mungkin anak menyalahkan diri sendiri atas perceraian tersebut.

b.      Mendapat lebih banyak mimpi buruk.

c.      Menunjukkan tanda kesedihan dan kemurungan karena ketidakhadiran satu orang tua.

d.      Anak pra sekolah bisa menjadi agresif dan marah kepada orang tua yang mereka salahkan.

e. Karena anak pra sekolah berjuang dengan perbedaan antara fantasi dan realitas, anak-anak bisa memiliki fantasi yang kaya tentang bersatu kembalinya orang tua.

B. Dampak Perceraian

Perceraian tak hanya berdampak pada pasangan suami istri (pasutri), perceraian juga berdampak buruk pada si buah hati. Bukan hanya hak asuh yang menjadi permasalahan, faktor psikologis anak juga harus dipertimbangkan. Banyak masalah yang akan dihadapi anak pascaperceraian.

Menurut beberapa ahli, permasalahan yang paling penting adalah kenyataan bahwa anak tidak lagi tinggal dengan kedua orang tua kandungnya. Hal ini akan berpotensi menimbulkan banyak masalah baru dalam kelanjutannya. Biasanya anak paling tidak siap dengan perpisahan orang tua. Malah banyak anak yang depresi gara-gara perceraian. Ujungnya, anak menjadi terlalu emosional dan akan melakukan hal-hal untuk menarik perhatian. Biasanya mereka mulai melakukan hal-hal buruk seperti merokok, salah gaul, hingga kecanduan narkoba. Itu adalah beberapa bentuk pelarian yang negatif.

Dalam kasus perceraian, anak juga akan mengalami dilema antara memilih ibu atau ayahnya. Bisa saja saat mereka bersama ayah, yang terpikir justru kebersamaan tersebut akan menyakiti perasaan ibunya. Atau mungkin timbul pertanyaan bagaimana jika mereka hanya menyayangi salah satu orangtuanya. Belum lagi bila salah satu orang tuanya menjalin hubungan dengan pasangan baru ini akan menimbulkan permasalahan bagi mereka.

Comments are closed.